Sabtu, 03 September 2011


Asal Usul SEjarah Singkat Gunting


Pada tahun 1761, Robert Hinchliffe menciptakan gunting modern yang kini sudah mendunia.
Warga Inggris Raya ini merasa akan lebih praktis memotong jika alat potongnya dapat dimasukkan di jari tangan.
Untuk itu ia menciptakan pisau yang di bagian tengah bawah memiliki bulatan yang dapat dimasukan ke jari tangan yang kini dikenal dengan nama gunting.

Kemudian Hinchliffe membuka kedai untuk menjual gunting temuannya di Cheney Square, London.
Ia memasang papan tanda yang bertulisan "pembuat gunting paling baik" saat itu.
Sejak saat itu, maka kemudian penggunaan gunting makin meluas.
Pada tahun 1830 gunting mulai menyebar luas di Eropa.

Meski begitu, sebenarnya jika ditelusuri jejak penggunaan gunting pertama di dunia, awalnya sudah ada pada masa purba.
Tepatnya-menurut salah satu versi sejarah-gunting pertama dipakai pada abad 15 sebelum masehi di Mesir.
Namun, gunting pada masa tersebut hanya terlihat seperti dua buah pisau yang dijadikan satu.

Mencari kemudahan untuk memotong sesuatu menjadi inspirasi bagi Robert Hincliffe untuk menciptakan gunting.
Berbagai upaya dilakukan hingga ia mampu menciptakan pisau yang kemudian dikenal sebagai gunting.
Barangkali, inspirasi dari kesulitan seperti yang dialami Robert Hincliffe bisa juga terjadi pada Anda.
Siapa tahu, Anda akan dikenal sebagai inovator kelas dunia

Sejarah Asal Mula Mesin Jahit


Sejarah Asal Mula Mesin Jahit

Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit. Sejarah jahit-menjahit dengan menggunakan jarum sudah dimulai pada awal-awal peadaban manusia. Bahan jarumnya bermacam-macam. Ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit hewan menjadi pakaian. Sementara benangnya yang digunakan dibuat dari otot hewan. Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini. Pada tahun 1755, seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal, yang tiggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang khusus dirancangnya untuk sebuah mesin. Sayangnya patennya tidak merinci mesin yang menggunakan jarum tersebut.

Berikutnya, seorang pembuat lemari asal Inggris, Thomas Saint yang juga mematenkan mesin jahit di tahun 1790. Tidak diketahui apa Saint benar-benar membuat prototipe mesin daridistributor mesin jahit yang digunakan pada saat itu, atau hanya sekedar mematenkan agar mendapatkan royalti, kelak jika mesin itu bisa dibuat oleh distributor mesin. Yang pasti, Thomas Saint merinci dalam patennya sebuah benda tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada. Selangkah lebih maju dari Weisenthal. Namun reproduksi temuan Saint itu ternyata tidak bisa beroperasi.

Perkara Paten ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems. Warga berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi di tahun 1810. Dia tidak mematenkan temuanya dan konon mesinnya tidak pernah berfungsi dengan baik. Upaya untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar. Banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten. Namun tidak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan. Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika. Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun ujung-ujungnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit sejumlah kain.

Mesin Jahit yang bisa berfungsi diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830. Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir atau sulam. Sayangnya, temeuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari masyarakat. Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar pabrik garmen miliknya karena takut tersaingi dan menimbulkan pengangguran akibat temuan mesin jahitnya.

Kembali seorang Amerika mencoba membuat mesin jahit dandistributor mesin jahit sukses ditahun 1834, yang bernama Walter Hunt. Namun anehnya, dia tidak merasa bahagia dengan temuannya, karena dia merasa temuan distributor mesinakan menimbulkan pengangguran.

Asal Usul Sejarah Kalkulator 6:
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya.
Vannevar Bush (18901974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931.
Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi.
Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.
Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.
Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah.
Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940.
Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioY_k9A52hd7Y15BzTNFom5iNtSYAsDtl1UQddEtMyww4MZkwO9YHMOuPXHCMPncV4vQIRM4lOYZ_diQOYeLwq3DIhqZr5376R8u2H4Vjfq13M1HP3Qwzpw6HTv2uJAMiEutw7aXEnNZc/s1600/jadul.jpg

Asal Usul Sejarah Kalkulator 5:
Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan.
Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.
Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan.
Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik.
 
Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel.
Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu.
Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data.
Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.
Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas.
Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger.
Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis.
Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmqXMXuQmsjy4dpz8ayhDNGz1tvJsWMYeXVICU3fJWSPOvDnoCm_RXC3DioNJMG0Egul8aC78987_yxROPtnjCtqUFhNBW3hbKbyFxCT5bWCD7BP0v4xdGSYjvc1lbWPz3PvtCRl9t_os/s320/Calculators_05.jpg

Asal Usul Sejarah Kalkulator 4:
Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer.
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.


Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu.
 
Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.
Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukanperhitungan persamaan differensial.
Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial.
Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.


Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Analytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEju1j5b6nvyawFTV47eSGrahlFqruHqWt7LmioIMUR_y7nY3RzSjR_nMsIR2Ad8KQd8316OlT-IxDdoYH4C4mzntnoiBhUVCDojWdwhfhjbjIJjipc8Q13dYrO3-TJQQUMiPk583O4jfwo/s320/ancientcalculators05.jpg

Asal Usul Sejarah Kalkulator 3:
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan.
Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.
Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcBX65UrqM09r30iFf3D6wNsKw21uC1hJNeahYnNHvBkKjhIj0V-nf8LSCzu_Jf3w32xZmnE3NA0blT70rLlTy0krFVG0aGGnm5dsE32o22K-uDQi5Kvr26Z2u50zc2614o9MiA4K2wNE/s320/Calculators_06.jpg

Asal Usul Sejarah Kalkulator 2:
Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi.
Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak


Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit.
 
Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5MZ8PbRYl8x7ayVKeI4u6fxKVgHSlKHkr3f9olloeTTO_J89zDS49yBWSh7j4kAjhd9GHr9vPtSqV5OEEHZcZD8xtAWz_ETkY7xMq5h8S656Pd9Zu_WwZ4GkO4L_PXeOhLBBxQgPK-t4/s1600/kalkulator.jpg